Laman

Cari Di Blog Ini

Memuat...

Minggu, 19 Juli 2009

Kuucapkan Selamat untukmu Wahai Sudaraku

Hasan Blog Area
Saudaraku kalau boleh aku bertanya?
Apakah yang kau cari didunia ini?
Ku yakin pasti kau kan menjawab “Ridho Alloh yang saya cari, sehingga segala aktifitasku kutujukan kepadanya”.

Kalau begitu bolehkah aku bertanya lagi?
Apakah engkau sudah mendapatkanya?
Ku yakin pasti kau kan menjawab “”Wallahu’alam, Alloh yang lebih tahu”.
Takan ada yang bisa menjawab, karena selama kita hidup selama itu pula pencarian itu terus berlangsung, kalau kita tetap konsisten sampai akhir Insya Alloh, Alloh akan membalasnya dengan balasan setimpal karena dia tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan hambanya sekecil apapun kecuali pasti akan dibalasnya.

Kalau begitu bolehkah akubertanya lagi?
Kalau Alloh tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan hambanya sekecil apapun, Apakah engkau sudah berkorban dengan apa yang kau miliki dan mengoptimalkan apa-apa yang kau miliki, sehingga Alloh akan ridho bahwa engkau memang hambanya yang benar-benar mencintainya, rela berkorban karenanya, apakah engkau mampu menjawabnya saudaraku?

Sekali lagi apakah engkau mampu menjawabnya dengan kejujuran yang kau miliki, dengan ketulusan dan keikhlasanmu?
Ku yakin pasti kau takan mampu menjabnya, kenapa? Karena jawabanya takan engkau dapatkan didalam lisanmu, takan engkau dapatkan didalam pikiranmu, sehingga takan engkau dapatkan untaian kata untuk menjawabnya.

Kenapa?
Karena jawabanya ada didalam amal-amalmu, sekali lagi saudaraku didalam amal-amalmu , amal yang dibungkus dengan ketulusan dan dipenuhi dengan keikhlasan itulah yang mampu menjawab pertanyaan itu.

Saudaraku ketika kau sendiri cobalah kau renungkan perjalanan hidupmu, cobalah kau cari disudut-sudut hatimu, cobalah kau renungkan perjalanan amal-amalmu adakah kau temui amalmu yang dibungkus dengan ketulusan dan dipenuhi dengan keikhlasan, teruslah kau cari kalaulah tak kau temukan maka mulai saat ini beramalah beramalah dengan ketulusan dan keikhlasanmu sehingga suatu hari nanti dipenghujung hidupmu kau sambut panggilan robbmu dengan perasaan cita yang dipenuhi rasa rindu yang mendalam bagaikan seorang kekasih yang memenuhi panggilan kekasihnya begitu gembiranya karena kan dapat bertemu dan melihat kekasihnya yang selama ini dinanti dan diharap-harapkanya.

Bukan dengan perasaan takut yang dipenuhi dengan perasaan bersalah dan ditaburi dengan penyesalam yang mendalam karena telah menyia-nyikan hidupnya.

Saudarku kalaulah saat ini kau tengah berjuang dengan amal-amalmu ku ucapkan selamat, semoga kau tetap berjuang dengan amal terbaikmu, Saudaraku kalaulah kau sekarang tengah berkorban dengan keikhlasanmu kuucapkan selamat semoga pengorbananmu menjadi saksi kehidupanmu, Saudaraku kalaulah kau tengah berjuang dan tengah berkorban ambilah apa-apa yang kaudapatkan dalam perjuangan dan pengorbananmu itu.

Kalaulah kau temukan kekecewaan, maka ambilah!
Kalaulah kau temukan cemoohan, maka ambilah!
kalaulah kau temukan perlawanan, kebencian (dibenci), dan pengasingan (jadi terasing), maka ambilah!
Karena semua itu terasa begitu nikmat, terasa begitu lezat dan kau kan rasakan lezatnya dan nikmatnyaitu yang namanya iman, Itulah setajinya iman bagi orang-orang yang beriman.

Ketika kau dapati semua orang membencimu, namun Alloh mencintaimu,
Ketika kau temui orang-orang mencelamu, namun Alloh mamujimu
Ketika kau hadapi permusuhan dan kebencian namun Alloh melindungi dan menolongmu
Ketika kau rasakan keterasingan didunia ini namun Alloh bersamamu

Sungguh... sungguh... sungguh...
Sungguh sadaraku nikmatnya perasaan itu, sehingga kau kan mencintai kelelahan-kelelahan dalam berjuang dan kau kan mencintai pengorbanan dalam beramal.

Selamat... selamat... kuucapkan selamat...
Selamat kalaulah kau telah mendapatkan dan tengah merasakan semua itu, aku iri terhadapmu. Semoga Alloh karuniakan semua itu kepadaku dan kepada kalian semua saudaraku.

Sekali lagi kuucapkan selamat,
Selamat atas perjuanganmu,
Selamat atas pengorbananmu,dan
Selamat atas keikhlasan dan ketulusanmu.
Semoga Alloh tetapkan dirimudidalamnya, Amien ya Robbal 'alamin.

Saat seorang muslim telah merasakan lezatnya iman, maka dunia ini terasa begitu hambar tak berasa dan tak beraroma.
hambar bagaikan masakan tanpa garam,
tak beraroma bagaikan bunga yang tak harum
sehingga tak ada keinginan/nafsu tuk memakanya apalagi mencarinya, wallohu'alam.

Semogakau dapati hikmah dari untaian kalimat ini. Amien.

0 komentar:

Poskan Komentar

Recent Posts