Kamis, 10 Desember 2009
Menjauhi NAJWA (Majelis Rahasia) Part.2
Sayid Quthb berkata menjelaskan ayat ini (an-Nisa;114):
Larangan melakukan najwa dalam al-Qur'an muncul berkali-kali. Najwa yaitu berkumpulnya suatu kelompok umat jauh dari jama'ah Islam atau dari kepemimpinan umat Islam untuk merancang suatu perkara secara rahasia. Padahal kebijakan tarbiyah islamiyah dan tanzhim Islami yang dilaksanakan pada masa Nabi Muhammad saw dalam menyelesaikan suatu masalah yang meragukan adalah dengan cara: Seorang Muslim datang kepada Nabi saw dengan membawa permasalahanya, jika permasalahan itu berupa urusan pribadi yang tidak ingin disebarluaskan dihadapan orang banyak maka ia menyampaikanya kepada Nabi saw secara tertutup. Jika menyangkut permasalahan orang banyak yang tidak menyangkut urusan pribadi orang tersebut, maka ia menyampaikannya kepada Nabi saw secara terbuka.
Hikmah dari tata cara seperti ini adalah agar tidak terdapat kantong-kantongdalam jama'ah Islam. Jika demikian, maka akan muncul beberapa kelompok yang memisahkan diri dengan konsep, pikiran, aliran, dan masalah mereka, atau suatu kelompok dari Jama'ah itu akan merancang suatu rencana "di malam hari",dan menentang Jama'ah dengan perkara yang telah ditetapkan sebelumnya, lalu mereka bersembunyi dari pantauan jama'ah, walaupun mereka tidak akan mampu bersembunyi dari mata 4wi, padahal 4wi bersama mereka ketika mereka merencanakan suatu perkataan yang tidak diridhai-nya secara rahasia(lihat surat an-Nisa;108).
Ayat 114 srat an-Nisa adalah salah satu ayat dimana 4wi melarang perbuatan najwa atau merencanakan sesuatu sedangkan mereka terpisah dari jama'ah Islam dan pemimpin mereka.
Masjid sejak awal Islam merupakan sebuah pusat komunikasi Jama'ah Muslim , didalamnya mreka berkumpul untuk shalat dan membicarakan masalah-masalah kehidupan. Masyarakat Muslim secara keseluruhan adalsebuah masyarakat yang terbuka. Mereka selalu mengetengahkan berbagai problematika mereka secara terbuka, selagi tidak menyangkut masalah yang berhubungan dengan rahasia-rahasia para panglimanya dalam pertempuran dan semisalnya atau bukan masalah yang menyangkut urusan pribadi seseorang dimana orang yang bersangkutan tidak ingin apabila masalahnya menjadi buah omongan orang.
Oleh karena itu, masyarakat yang terbuka ini merupakan masyarakat yang bersih dan menyejukan. Tidak akan menjauhi masyarakat ini untuk merancang suatu secara rahasia. kecuali orang-orang yang berkonspirasi terhadapnya, atau berkonspirasi terhadap salah satu prinsipnya, yang biasanya berasal dari kalangan munafiq. Oleh sebab itu, masalah najwa (Majelis Rahasia diluar jamaah) dalam alqur'an sering disebutkan bersama dengan kaum munafiq.
Fakta ini tentunya memberikan suatu pelajaran kepada kita, yaitu bahwa masyarakat muslim harus terbebas dari fenomena ini. Hendaknya semua individunya selalu menyampaikan kepada Jama'ahnya atu kepada para pemimpinya apabila terdapat hal-hal penting bagi mereka berupa rencana-rencana, strategi, kecendrungan pemikiran atau problematika.(Tafsir Fizhilalil Qur'an, 5:227)
Demikianlah seorang hamba yang mendapat taufiq bisa keluar dari sempitnya majlis najwa menuju medan syuro yang luas dan keindahan perbaikan ditengah manusia, demi mengharap ridha 4wi. 4wi adalah sumber cahaya langit dan bumi. 4wi akan mengaruniai cahaya yang baru agar mata hati mereka semakin terang dan agar termotivasi untuk bersegera menuju ridha 4wi, amien.
Ref.
Al-Awaiq (Muhammad ahmad ar-Rasyid-Seri Fiqh Dakwah)
Tafsir Fizhilalil Qur'an
Senin, 07 Desember 2009
Aksi Damai 9 Desember
Dari informasi yang diperoleh informasi diantaranya organisasi itu akan menggelar aksi damai tanggal 9 Desember 2009, sangat beragam termasuk tokoh-tokohnya. Gerakan ini akan tergabung dalam satu wadah yang tujuannya untuk menyerukan agenda yang sama. Yaitu Gerakan Indonesia Bersih (GIB).
Dari data yang diterima, ke-19 ormas dan orsos yang akan menggelar aksi damai itu adalah PP Muhammadiyah, PB Nahdlatul Ulama (PBNU), PB Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI), DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM), KOMTAK, Lingkar Madani (LIMA), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI), Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPKN), PAHAM dan beberapa lagi yang belum tercatat.
Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) sendiri terbentuk sebagai respon dari perkembangan aktual yang memperlihatkan tekad anak bangsa untuk memusnahkan mafia hukum dan korupsi di negeri ini.
Mulanya, tanggal 1 Desember 2009. Di situ, digelar pertemuan sejumlah tokoh bangsa, akademisi, intelektual, tokoh lintas-agama, mahasiswa, pemuda, aktivis perempuan LSM, serta berbagai elemen. Akhirnya, dibentuklah Gerakan Indonesia Bersih (GIB).
GIB bersifat terbuka terhadap semua elemen civil society yang Anti-Korupsi. Gerakan ini bersekretariat di Mesjid Istiqlal Ruang 13, Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, 10710. Telpon & Fax: (021) 3519711.
Rencananya, dalam aksi damai 9 Desember 2008, akan disampaikan Seruan Nasional Gerakan Indonesia Bersih (GIB), yang tertuang dalam Piagam Indonesia Bersih 2009. Isinya:
- Indonesia harus bersih dari korupsi, tidak cukup hanya pidato anti-korupsi
- Lembaga-lembaga negara harus bersih dari koruptor yang merupakan pengkhianat amanat rakyat
- Indonesia harus bersih dari koruptor kasus Bank Century
- Indonesia harus bersih dari rekayasa dan konspirasi pelemahan KPK & lembaga penegak hukum.
Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dan AKSI DAMAI INDONESIA BERSIH pada Hari Anti-Korupsi Se¬dunia, 9 Desember 2009, didukung oleh tokoh-tokoh bangsa dan lintas agama. Mereka adalah Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Pdt Andreas Yewangoe, Kardinal Darma Atmaja, Syafii Maarif, Ust Hilmi Aminuddin, Adhie Massardi, Ali Mokhtar Ngabalin, Arip Musthopa, Effendi Ghazali, Hasto Atmojo, Mahyudin Nawawi, M. Hatta Taliwang, M. Ismail Yusanto, Ray Rangkuti, Ton Abdillah Has, Usman Hamid, Yudi Latief, Zainal Bintang, Rizal Ramli, M Fadjroel Rachman, Marwan Batubara, Rijalul Imam, Pidi Winata, dan beberapa nama lain yang belum tercatat.
Inilah diantara kelompok, tokoh gerakan yang akan melakukan aksi 9 Desember nanti, yang akan menjadi titik tolak bagi perlawanan terhadap korupsi dan koruptor yang sudah menghancurkan dan meluluh lantakkan negeri ini.Ref. Eramuslim
Menjauhi NAJWA (Majelis Rahasia)
Seorang yang adil dan bijak pada dirinya sendiri pasti akan mencari hal-hal yang akan menambah keimananya kepada 4wi (duduk bersama ulama, ust, ahli ilmu, orang-orang soleh), menghadiri majlis pengajian, rihlah/tafakur alam, berkhalwat bersama 4wi swt. Ia merasa senang dimana bergaul dengan siapa saja yang ia sukai dari anggota jama'ah iman, atau meneladani perbuatan hamba-hamba 4wi yang soleh yang diriwayatkan kepadanya.
Sedangkan orang yang terancam kesesatan pasti akan duduk bersama teman-teman semisal dirinya, menghindari pantauan dan menyembunyikan rahasianya (uneg-unegnya) dari jama'ah. Kemudian menyebarkanya kepada orang yang menyukainya, lalu saling menguatkan rasa ego dan fanatisme sehingga tumbuh dendam, kemarahan, patah semangat, dan justifikasi kesesatan. Dengan jalan seperti ini, ia tidak terbebas dari pengelabuan. Bahkan yang terjadi adalah fitnah.
Oleh karena itu, Umar bin Abdul Aziz berkata:
"Setiap kelompok yang berbisik dalam urusan agama mereka diluar jama'ah mereka, maka sesungguhnya mereka tengah membangun suatu kesesatan".
Itulah permulaan dari setiap bid'ah yang terjadi dalam sejarah kaum Muslimin. Berawal dari bisik-bisik (najwa), lalu menjadi istidraj.
Oleh karena itu, najwa (majelis rahasia yang terpisah dari jama'ah) tentang berbagai pemahaman yang merupakan bagian dari agama, atau tentang melepas ketaatan yang syar'i yang juga merupakan bagian dari agama, yang karena sebab inilah kaum khawarij yang melepas ketaatan itu sebagai bid'ah, bersama dengan kelompok murjiah dan jahmiyah, semua itu adalah kesesatan dan termasuk dalam perkataan umar bin abdul aziz diatas.
Diantara tabi'at najwa adalah bahwa ia tidak bisa dirubah oleh niat yang tulus, tidak dapat membawa hasil untuk perbaikan dan tidak dapat dinyatakan sebagai hasil ijtihad yang legal, karena suatu ijtihad tidak boleh dilakukan secara sembunyi.
Berbagai pengalaman sudah membuktikan kepada kita bahwa sebagian besar perbuatan najwa meyebabkan pembangkangan dan pelanggaran bai'at. Najwa tidak lebih dan tidak kurang adalah periode pertama bagi penempuh jalan fitnah! Baik ia menyadari hal itu atau tidak. Alasan yang dikemukakan pelaku najwa sama dengan alasan pelaku pembangkangan itu sendiri! Mereka sama-sama mengaku menginginkan kebaikan Islam, bahkan mereka mengaku sedang melakukan salah satu bentuk ibadah, padahal mereka tengah terbelit kesalahan.
Penjelasan Sayid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur'an dalam masalah najwa yang tercela ia berpendapat bahwa 4wi swt tidak hanya mencela najwa pada zaman Rasulullah saw saja, akan tetapi juga berlanjut sampai zaman kita.
4wi berfirman:
"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan perbuatan najwa mereka (bisikan-bisikan kelompok mereka yang terpisah), kecuali dari bisikan-bisikan orang yang menyuruh manusia memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan 4wi, maka kelak kami akan memberi padanya balasan pahala yang besar".(an-Nisa', ayat 114)
Sayid Quthb berkata menjelaskan ayat ini:
Larangan melakukan najwa dalam al-Qur'an muncul berkali-kali. Najwa yaitu berkumpulnya suatu kelompok umat jauh dari jama'ah Islam atau dari kepemimpinan umat Islam untuk merancang suatu perkara secara rahasia. Padahal kebijakan tarbiyah islamiyah dan tanzhim Islami yang dilaksanakan pada masa Nabi Muhammad saw dalam menyelesaikan suatu masalah yang meragukan adalah dengan cara: Seorang Muslim datang kepada Nabi saw dengan membawa permasalahanya, jika permasalahan itu berupa urusan pribadi yang tidak ingin disebarluaskan dihadapan orang banyak maka ia menyampaikanya kepada Nabi saw secara tertutup. Jika menyangkut permasalahan orang banyak yang tidak menyangkut urusan pribadi orang tersebut, maka ia menyampaikannya kepada Nabi saw secara terbuka.
Ref. Al-Awaiq (Muhammad ahmad ar-Rasyid-Seri Fiqh Dakwah)
Kamis, 03 Desember 2009
Hadits
إن الشيطان قعد لإبن آدم بطريق فقعد له بطريق الإسلام فقال: أتسلم وتركت دينك ودين آبائك؟ فعصاه وأسلم ثم قعد له بطريق الهجرة فقال: أﺗﻬاجر؟ أتدع أرضك وسماءك؟ فعصاه وهاجر ثم قعد له بطريق الجهاد فقال: أتجاهد وهو تلف النفس والمال فتقاتل فتقتل فتنكح نساؤك
“Sesungguhnya syaitan itu menghasut anak Adam dengan berbagai cara. Lalu (pertamanya) ia menghasut melalui jalan agama Islam itu sendiri dengan berkata: Apakah kamu menganut Islam dan meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu? Anak Adam enggan mengikutinya dan tetap berpegang dengan Islam. Kemudian dia menghasut pula di jalan hijrah, lalau dia berkata: Adakah anda ingin berhijrah meninggalkan tanah air dan kampung halaman? Lalu anak Adam mengingkarinya dan tetap berhijrah. Kemudian syaitan menghasut pula di jalan jihad dengan berkata: “Adakah engkau ingin sedangkan jihad itu membinasakan jiwa dan harta benda engkau, kemudian engkau berperang lalu engkau dibunuh, kemudian isteri engkau dikahwini orang dan harta kekayaan engkau dibahagi-bahagikan. Lalu anak Adam tetap mengingkari syaitan dan terus berjihad. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Maka Barangsiapa yang bersikapdemikian kemudian ia mati maka adalah hak Allah SWT memasukkannya ke dalam syurga”. (An-Nasa’i)
___________________________________________
“Syaitan bagi orang-orang mukmin telah bertemu syaitan bagi orang-orang kafir, lalu di dapati syaitan bagi orang-orang kafir dalam keadaan gemuk montel sedangkan syaitan bagi orang-orang mukmin dalam keadaan kurus kering bertelanjang dan kusut masai. Lalu syaitan bagi orang-orang kafir itu bertanya kepada syaitan bagi orang-orang mukmin: Kenapa kamu kurus kering?. Lalu ia menjawab: “Aku bersama seorang lelaki yang apabila ia makan ia menyebut nama Allah, lalu aku terus kelaparan, apabila ia minum ia menyebut nama Allah, lalu aku terus dalam keadaan dahaga, apabila ia memakai pakaian ia menyebut nama Allah menyebabkan aku terus bertelanjang. Apabila ia memakai minyak rambut juga ia menyebut nama Allah menyebabkan aku terus kusut masai”.Kemudian syaitan bagi orang-orang kafir itu berkata: “Tetapi aku bersama lelaki yang tidak berbuat demikian sedikitpun, maka aku bisa mendapat makan, minum dan pakai dengannya”.(HR. Abu Hurairah)
___________________________________________
Demi Allah, wahai pamanku seandainya mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini. Niscaya tidak akan aku tinggalkan urusan ini sampai Allah SWT. memenangakan dakwah ini atau semuanya akan binasa’.(Sabda Rosul)
___________________________________________
Atsar
Fitnah akan melekat di hati manusia bagaikan tikar yang dianyam secara tegak-menegak antara satu sama lain. Hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik hitam. Begitu juga jika hati yang tidak dihinggapinya, akan terlekat padanya bintik-bintik putih sehingga hati tersebut terbahagi dua: Sebagiannya menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama langit dan bumi masih ada. Adapun sebagian yang lain menjadi hitam keabu-abuan seperti bekas tembaga berkarat, tidak menyuruh pada kebaikan dan tidak pula melarang kemungkaran. (Muslim dari Huzaifah bin Yaman)
______________________________________________________
“Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam, anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kamu tidak disibukan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukan dengan hal-hal kecil”. (Abdul Wahab Azzam).
______________________________________________________
‘Barang siapa yang menggali sumur lalu berpindah pada tempat yang lain untuk menggali lagi dan seterusnya berpindah lagi maka selamanya ia tidak akan menemukan air dari lobang yang ia gali. Tapi bila kamu telah menggali lobang galilah terus hingga kamu dapatkan air darinya meski amat melelahkan’ (Imam ‘Athaillah As Sakandary ,Kitab Tajul ‘Arus).
______________________________________________________
‘janganlah kamu merasa kecil diri, lalu kamu samakan dirimu dengan orang lain. Atau kamu tempuh dalam dakwah ini jalan yang bukan jalan kaum mukminin. Atau kamu bandingkan dakwahmu yang cahayanya diambil dari cahaya Allah dan manhajnya diserap dari sunnah Rasul-Nya dengan dakwah-dakwah lainnya yang terbentuk oleh berbagai kepentingan lalu bubar begitu saja dengan berlalunya waktu dan terjadinya berbagai peristiwa. Kuncinya adalah Tsabat dalam jalan dakwah ini’. Kalau begitu bagaimana bangunan tsabat yang kita miliki?.(Imam Hasan Al Banna)
______________________________________________________
‘Wahai Mu’adz, bila kamu berada di tempat yang baru nanti, jika menemukan suatu persoalan apa yang akan kamu putuskan. Mu’adz menjawab, aku akan putuskan berdasarkan kitab Allah. Rasulullah SAW. pun melanjutkan, bila tidak kamu temukan pada kitab Allah, dengan apa kau putuskan. Jawab Mu’adz, aku akan tetapkan berdasarkan Sunnah Rasulullah. Nabi SAW. kemudian menanyakan kembali, bila tidak juga kamu dapati di dalamnya, apa yang akan kamu lakukan. Mu’adz menjawab, aku akan putuskan dengan akal pikiranku (ijtihadku)’. Ternyata jawaban Mu’adz sangat memuaskan hati Rasulullah SAW. Malah beliau memandang bahwa kualitas Mu’adz sudah memadai untuk mengemban tugas mulia tersebut.(Hal ini sebagaimana yang dipertanyakan Rasulullah SAW. pada Mu’adz Bin Jabal saat akan diutus ke Yaman.)
______________________________________________________
Selasa, 01 Desember 2009
Andai Aku Menjadi Seorang Ayah
Andai…
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Matematika pada anakku.Bukan agar dia hapal rumus dan tabel perkalian, tetapi agar dia tumbuh menjadi intelektual yang mampu berpikir logis dan sistematis.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Fisika dan Kimia pada anakku.Bukan agar dia bisa tahu segalanya, tetapi agar dia tumbuh menjadi seorang bijak yang yakin akan kebesaran Tuhan.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Seni pada anakku.Bukan agar dia menjadi maestro yang dipuja, tetapi agar dia bisa mewarnai sanubari orang di sekitarnya.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Olahraga pada anakku.Bukan agar dia menjadi incaran gadis-gadis, tetapi agar dia tumbuh tidak dengan mendewakan ego.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Sejarah pada anakku.Bukan agar dia hapal tahun, nama, dan jabatan, tetapi agar dia tumbuh menjadi satria merdeka yang pantang menyerah.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Sastra pada anakku.Bukan agar dia bisa menghitung jumlah suku kata, tetapi agar dia tumbuh menjadi cendekia yang mampu menafsirkan ideologi dalam untaian kata.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Pendidikan Kewarganegaraan pada anakku.Bukan dengan mendiktekan pasal undang-undang, tetapi dengan berkunjung ke Panti Asuhan.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Geografi pada anakku.Bukan agar dia mampu menyelesaikan peta buta, tetapi agar dia tahu betapa kayanya negeri ini.
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,Akan aku ajarkan Ekonomi pada anakku.Bukan agar dia menjadi budak prinsip ekonomi (Mencari keuntungan sebesar mungkin dengan pengorbanan sekecil mungkin), tetapi agar dia tumbuh menjadi dermawan yang mau berbagi..
Ref:Kiriman Aktifis Dakwah Facebook Published by: Yahdi Siradj
5 Isi Hak Angket Bank Century
Selain itu, Ara yang juga anggota fraksi PDIP ini menambahkan, "Ini adalah momen luar biasa untuk kembali merebut dukungan dan kepercayaan rakyat."
1. Mengusut pencairan dana talangan Bank Century (BC). Adakah indikasi pelanggaran peraturan perundang-undangan, baik yang bersifat pidana maupun perdata.
2. Mengurai secara transparan komplikasi yang menyertai kasus pencairan dana talangan BC, termasuk mengapa bisa terjadi perubahan peraturan BI secara mendadak dan dugaan keterlibatan kabareskrim Polri dalam pencairan dana nasabah BC dan kemungkinan terjadinya konspirasi antar pemegang saham BC dengan otoritas perbankan dan keuangan pemerintah.
3. Menyelidiki kemana saja aliran dana BC mengingat sebagian dana talangan tersebut oleh direksi BC justru ditanamkan dalam bentuk surat utang negara dan dicairkan bagi nasabah besar. Adakah faktor kesengajaan pengumpulan uang negara ini dari kepentingan tertentu, politik misalnya, melalui skenario bailout BC.
4.Menyelidiki kenapa bisa terjadi dana talangan menjadi Rp 6,7 trilyun bagi BC, padahal hanya sebuah bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah. Bahkan, saat menerima bailout dalam status pengawasan khusus. Rasionalkah alasan pemerintah bahwa BC patut diselamatkan karena mempunyai dampak sistemik bagi perbankan nasional secara keseluruhan?
5. Mengetahui seberapa besar kerugian negara sebenarnya yang ditimbulkan oleh kasus bailout BC. ind/mnh





