Hadits Nabi SAW menjelaskan berbagai perumpamaan yang dubuat 4wi untuk manusia. Dijelaskan bahwa ia adalah masalah “kesiapan” sebagian jiwa manusia untuk menerima fitnah. Adapula manusia yang enggan terhadap hidayah sehingga 4wi menyesatkanya. Siapa yang menolak hidayah sejak dari awal maka ia akan menolaknya hingga akhir. Siapa yang menerima fitnah sejak dari awal, maka pada hatinya akan terukir noda hitam yang akan selalu meluas sehingga hati tersebut menjadi hitam sama sekali. Sebagaimana diriwayatkan Muslim, dalam hadits shahih dari Hudzaifah bin Yaman ra, ia berkata Aku mendengar Rosulullah saw bersabda:
“Berbagai fitnah akan dibentangkan kepada hati seperti anyaman tikar, satu benang demisatu benang. Hati mana saja yang berhasil dirasuki fitnah itu, maka ia akan menjadi titik hitam, sedangkan hati mana saja yang menolaknya, maka ia akan menjadi titik putih. Sehingga hati itu terbagi dua, hati putih seperti batu karang, yang tidak akan goyah oleh fitnah apapun selama langit dan bumi masih tegak. Sedangkan yang lainya hati hitam seperti warna yang sangat putih terletak dalam warna hitam, ia seperti panic yang terbalik, ia tidak mengenal kemakrufan dan tidak pula menolak kemungkaran, kecuali apa-apa yang bersesuaian dengan keinginan hawa nafsunya”.Bisa jadi, hati memiliki kesiapan menerima fitnah, akan tetapi pada kondisi lapang dan nyaman, ia tidak terlihat, sedangkan ketika masalah-masalah syubhat menyertainya dan goncangan lain ikut pula menerpanya, maka fitnah kesesatan tersebut akan terbuka dan terlihat masuk pada dirinya.
Para ulama mengumpamakan hal ini dengan seorang yang berpenyakit dada. Bila cuaca sedang jernih dan baik maka pernapasanya lancer dan bagus. Namun bila angin dating seraya menghembuskan debu, maka ia akan terengah-engah. Nafasnya sesak seakan-akan tercekik . Atau keadaannya seperti kolam yang tenang airnya sedangkan didasarnya terdapat endapan lumpur, lalu dilemparkan sebuah batu kecil kedalamnya, maka kolam itu terlihat keruh, padahal anda mengiranya jernih. Sedangkan kolam yang benar-benar bersih , bila ada batu yang dilemparkan kedalamnya akan membuat kolam itu terlihat semakin indah, karena akan menimbulkan gelembung-gelembung bulat seperti bayangan dahan-dahan hijau.
Perhatikanlah pengaruh batu fitnah yang jatuh kedalam hati. Ia telah mengendalikannya. Janganlah Anda tertipu oleh permukaan air tenang yang mengelabui. Janganlah Anda menolak gambaran orang yang terkena fitnah bagaikan panic yang terbalik. Karena betapa banyak orang yang pada mulanya baik namun akhirnya ia mati dalam keadaan meninggalkan shalat.






panic=panci, salah ketik
BalasHapus