Laman

Cari Di Blog Ini

Memuat...

Selasa, 10 Mei 2011

Sekedar Cerita...(KEYDO)

Hasan Blog Area


Malam sudah cukup larut, tapi sepertinya kantuk belum juga hinggap dikepalaku, sepertinya terus membaringkan tubuh tak membantu untuk segera menghadirkanya untuk melewati malam yang sunyi ini, yah lagi-lagi kali ini aku tak bisa tidur lagi. 
Langsung saja aku ambil laptopku yang teronggok di atas meja, mencoba menuangkan apa yang terbayang dalam lamunanku malam ini, itung-itung terus melatih kemampuanku menulis, melancarkan proses penuangan isi otak kedalam sebuah deretan kata agar bisa dibaca dan dimengerti persis seperti apa yg kupikirkan, kupilih kata-kata yang tepat untuk memaknai setiap kalimatnya.
Malam ini aku teringak dan masih ingat 2 buah kisah yang belum lama ini persisnya satu minggu ini kubaca, memang bukan dari sebuah buku ilmiah atau sejarah, tepatnya dari sebuah buku novel tetapi aku memaknainya dengan sebuah buku sejarah karena sarat dengan pengalaman hidup yg bermakna, cukup besar diriku mengambil hikmah dari kedua novel itu.
Kalau diingat2 sudah cukup lama aku tak membaca novel, terakhir kalau tidak salah ketika masih di SMA, masih ingat sekali waktu itu novelnya  atau romanya Buya Hamka yang berjudul Tenggelamnya kapal Van der Wick satu lagi agak lupa judulnya kalau tidak salah Berada di Bawah Naungan Ka’bah, masih karangan Buya Hamka, keduanya memberikan effeck yang cukup besar waktu itu selain kisahnya yang penuh dengan pelajaran hidup tetapi bagiku waktu itu yg masih remaja novel itu terlalu sedih sehingga cukup lama untuk melupkanan atau menghilangan rasa haru yg ditimbulkanya setelah membaca 2 novel itu. Yah bisa dibilang sejak itu aku coba menghindari bacaan novel khususnya novel yang bercerita sedih bukan trauma tapi sepertinya agak malas kalau mengisi hati atau otak dgn kisah sedih terus. Apa sebagian besar penulis novel itu melankolis yah? Habis sepertinya seluruh novel diindonesia didominasi oleh cerita2 sedih.
Kembali lagi pada topik awal yaitu 2 novel yg baru kubaca sepekan ini, sejak SMA itu 2 novel inilah yg kubaca lagi, entah knp sepertinya ada dorongan untuk membaca-baca novel kali ini, yah mungkin karena dorongan untuk coba mengasah kemampuan menulisku, mencoba memahami gaya menulis para novelis,  mungkin keinginan belajar menulis mulai timbl lagi setelah bertemu Tere Liye atau mas Darwis waktu itu di IBF kemarin.
Langsung saja 2 novel yang baru kubaca adalah “KEYDO” dan “Surat Kecil Untuk Tuhan”
Novel  1 “KEYDO”
Novel yang pertama adalah Keydo yg kubaca pekan ini. Bisa dibilang salah beli nih waktu itu, tak kira Keydo itu Laki-Laki eh tau taunya Perempuan, dan tak kira juga tuh nama keydo adalah nama orang jepang, al hasil ketika pertama kali lihat tuh novel yah yang tersirat dalam otaku ya Novelnya orang jepang atau novel yg mengisahkan orang jepang. Dan di kutipan sampulnya ada kalimat bertuliskan, bercerita tentang perempuan, perjuangan dan.... tak kira neh perjuangan keydo untuk memperjuangan perempuan yg dicintainya... ya ternyata tebakanya 100% gagal alias salah, maklum bukan tukang judi jadi wajar klo salah hehe.
Intinya Novel keydo ini bercerita tentang kisah hidup seorang perempuan dan keydo adalah nama perempuan itu atau nama aslinya Qurrota ‘ain(Yang menyejukan Mata), keren namanya... Dan novel itu berlatar belakang budaya minang/padang. Tuh kan bener2 salah beli, masa baca novel cewe ih... seumur2 baru baca neh novel cewe. Yah karena dah terlanjur dibeli ya udah mau ga mau dibaca walaupun ilfeel .
Satu bab, dua bab, 3 bab, sepertinya neh novel mulai menarik apalagi pas masuk kisah mengenai perjalanan Zamrud khatulistiwa yang berlatar belakang khidupan para aktifis dahulu.awal tahun 80an, mungkin klo dibilang modelnya kaya kegiatan FSLDKN sekarang.tapi klo dilihat dari kisahnya Zamrud khatulistiwa lebih berkesan dan penuh dgn pengalaman bayangkan saja melakukan kegiatan diatas kapal militer, selama 3 minggu mengarungi lautan indonesia dari sabang sampe jayapura.... kebayang ga tuh asyiknya... dah gitu berkumpul dengan para aktifis seindonesia dari perwakilan kampus2 ternama...... wah pokoknya ketika baca neh kisah sedikit membuat iri, coba saja sekarang masih ada kegiatan seperti ini, memang aku pernah ikut FSLDKN kemarin dilampung tahun 2007 selama satu pekan, tapi sepertinya kurang berkesan kalau dibandingkan dengan Zamrud khatulistiwa pasti kalah deh FSLDKN, maaf buat yang alumni FSLDKN klo menyinggung he.. .
Saya kira novel ini inti ceritanya bermula dari pelayaran Zamrud khatulistiwa ini, memang masih ada bab2 lain yang ceritanya tak terkait dgn kisah Zamrud ini, seperti kisah masa kecilnya keydo di rumah gadang, dengan cerita2 budaya minangnya dan keluhanya atas orang2 yang tidak suka atau mencemooh dirinya karena kidal, yang akhirnya banyak orang memanggilnya dengan sebutan keda/kidal yang kemudian jadilah keydo... banyak orang yg tak suka denganya karena kekidalanya waktu itu. Selain itu ada kisahnya kehidupan orang memphis di pedalaman amerika yg menolak adanya teknologi dalam kedhidupanya  atau kisah pedalaman suku di papua yang berperang karena hasutan seorang jurnalis perempuan asal belanda. Tapi inti kisah novel ini menurutku adalah  mengkisahkan kehidupan keydo dengan seorang lelaki yang namanya kinang yg ia kenal ketika di kapal waktu pelayaran zamrud khatulistiwa.
Yah bisa dibilang juga neh novel menceritakan kehdupan cinta seorang aktifis perempuan kepada aktifis laki-laki. Atau cinta  antara ikhwan dengan akhwat.  Kalau bisa tak ceritakan intinya dalam kisah itu awalnya penuh dengan kesinisan atau pertengkaran kecil2an khususnya yang dilakukan oleh si akhwat semua itu dilakukan demi menjaga prinsip2 atau nilai hidupnya agar sesuai islam. Walaupun dalam relung hatinya dia benar2 mencintai ikhwan itu. Alhasil karena akhwatnya bersikap seperti ini si ikhwan yang sebenarnya juga mencintai akhwat ini/keydo dia perlu kerja ekstra demi memperjuangkan cintanya itu. Sampai2 ia perlu meminta bantuan temannya farid mahasiswa ITB untuk menjembantani cintanya ini. Yaitu ketika ia ingin memulai proses ta’aruf. Yah walaupun kinang sempat dicela dan di omelin farid karena kelakuanya yg ga jelas terhadap keydo yaitu menggantungkan asanya selama bertahun2 alih-alih kinang adalah mencari strategi atau cara untuk mendekati keydo tetapi ia tak pernah mau mengutarakan cintanya yang akhirnya serba tidak jelas.
Ceritanya kinang dan farid pergi berkunjung ke kosanya keydo, dan disana mereka membicarakan mengenai hal2 yang lebih serius, tentunya yang menakodai pembicaraan itu adalah farid yg entunya atas pesanan kinang, disana farid menanyakan konsep rumah tangga dan proses berhubungan ala islam namun dialog itu tak merujuk pada komitment hubungan hanya menyamakan persepsi... ga jelas emang neh prosesnya...
Ohya hampir lupa keydo ini mahasiswi Fakultas kedokteran UI, sedangkan kinang anak Fakultas kedokteran UGM.  Kinang 2 tahun diatas keydo.
Dari keseluruhn proses perjuangan cintanya itu saya agak kurang suka dengan cara2 atau kelakuan ikhwanya/kinang karena terkesan bukan aktifis dakwah, saya kurang paham juga dia sebenarnya aktifis dakwah atau aktifis sosialis. Habis dari mulai dikenalkan oleh penulisnya sudah dikesankan dia itu playboy, alias tukang rayu dan kerjaanya adalh menarik perhatian para wanita dengan keahlianya dalam berorasi atau dalam bercerita.
Memang pas mengikuti alur ceritanya saya ikut terbawa suasana maklumlah saya masih bujang juga alias jomblo jadi ada ikatan batin juga ketika membaca kisah ini. Soalnya kisah nya penuh dengan adegan2 yang kalau saya bilang sih norak-noraknya aktifis pas kena VMJ khususnya sebelum kisahnya masuk ke tahap pernikahan,  dan ada juga adegan yang  jarang terjadi yaitu kejadian kinang ketika tak sengaja mendapati keydo tak berkrudung dirumahnya, dalam kisah itu keydo marah terhadap dirinya yang tak awas dalam bersikap dan marah kepada kinang yang telah berani melihat auratnya itu walaupun ia tak sengaja, setelah kejadin itu proses minta maaf kinang terhadap keydo cukup  menarik dibaca apalagi ternyata dimbumbui oleh tangisan keydo  ketika kinang memaksa untuk berbicara agar ia dimaafkan walaupun dari pengkisahanya kurang syar’i cara ia meminta maaf.
Mungkin kalian bertanya2 kok kinang bisa tahu rumah kakeknya dikampung dan bahkan bisa berada dirumah itu? Jadi setelah pelayaran zamrud khtulistiwa itu, kinang diajak sumi untuk PKL di kampungnya merden, nah kinang tahu betul bahwa meerden adlah kampungnya keydo, kesempatan ini ia gunakan untuk mendekati keluarga besar keydo dimerden alhasil ia sukses besar bukan hanya bisa mengenal bahkan ia sudah sangat dekat dengan keluarganya. Maka tak heran kalau kinang bisa leluasa main kerumah kakeknya itu.
 tapi setelah masuk ketahap pernikahan atau menjelang pernikahan ceritanya agak sedikit berubah khususnya ketika kinang mau melamar keydo tepat di hari raya idul fitri di kampung ayahnya merden jawa tengah.  Namun ada insiden yang membuat keydo melarikan diri dari rumah kakeknya itu yaitu ketika saudaranya sumi (mahasiswa UGM teman fakultas kinang) jatuh dirumah dan kakinya terluka oleh pcahan piring yang dibawanya waktu itu, yang kemudian ditolong oleh kinang. awalnya kejadian ini tak masalah buat keydo, tapi apa yang terjadi? Ketika sumi dibawa kekamarnya dan keydo juga masuk kekamar sumi, dia terkejut oleh gambar2/lukisan2 sumi yang disana banyak terpampang lukisanya kinang, hatinya gundah ketika melihat lukisan2 itu, dia bertanya2 apa hubunganya sumi dengan kinang? Belum saja hatinya menyimpulkan sesuatu insiden itu akhirnya terjadi, sumi tiba tiba memeluk kinang yang berada didekatnya ketika ia siuman, wah... tak pelak lagi keydo cemburu dan marah tak habis fikir setan apa yang merasuki sumi main peluk lelaki orang lantas ia kabur ke kamar mandi untuk menuangkan tangisanya agar tak dilihat oleh orang kalau ia menangis karena tak tahan lelaki yg ia cintai dipeluk wanita lain, apalagi yg memeluknya adalah saudara yg ia kagumi sejak kecil.
Intinya setelah kejadian itu, masih dihari yg sama keydo kabur kejakarta/kekosanya dijakarta tepatnya di menteng, dekat stasiun cikini/megaria. Dan dari sana ia langsung pergi ke padang dengan membawa kegalauan dan kesedihan hatinya itu. Dan disisi lainya kinang setelah membawa sumi kerumah sakit kaget tak mendapati keydo dirumah kakenya, dan kata kakeknya keydo pergi kejakarta karena sebelumnya ia pamit kepada kakeknya itu. Bagi kinang kejadian ini sangat tidak ia duga, rencana lamaranya itu bisa dikatakan gagal, padahal ia sebelumnya sudah merencanakanya dan dia sudah minta ijin kepada kakeknya itu.
Namun takdir sepertinya punya jalanya sendiri, buku harian keydo tertinggal dan ditemukan oleh kinang ketika ia mencari2 keydo dirumah kakeknya ia temukan buku itu diatas mejanya. Dengan cepat ia pergi ke purwokerto mengejar kereta, berharap ia bisa mencegah keydo pergi sebelum keydo naik kereta ke jakarta, tapi ia terlambat keretanya telah berangkat persis ketika kinang tiba di stasiun itu. Dengan perasaan putus asanya dan lelahnya karena waktu itu ia sedang berpuasa ramadhan ia  mulai membuka selembar demi selembar buku harian keydo yg ia bawa, sebenarnya ia gamang membuknya tapi kinang sudah tak peduli nasihat ibunya bahwa laki-laki dilarang membuka-buka buku harian orang lain. ia mulai membaca buku harian itu, dari situlah kinang tahu bahwa ternyata keydo yg selama ini galak terhadapnya, cuek terhadapnya bahkan bisa dibilang sinis terhadpnya ternyata ia menyimpan cinta yg dalam kepadanya. Hatinya mulai berbunga2 asa itu berubah menjadi harapan, ia terus saja menciumi buku harian itu dan tak henti2nya bersyukur. Akhirnya Tuhan menjawab harapan-harapanya.
Setelah itu kinang berketetapan untuk mengejar keydo ke jakarta demi memperjuangkan cintanya itu, namun ia tak dapati keydo disana kata ibu kosnya keydo memang sempat datang tapi ia langsung pergi kepadang. Langsung saja kinang merubah strategi lamaranya, ia langsung telpon kedua orang tuanya di jayapura (kinang orang papua) untuk memberitahukan niat lamaranya dan memintanya untuk segera pergi kepadang.
Yah bisa ditebak, kinang mengejar keydo sampai kepadang, dan ia tiba duluan karena keydo naik kapal laut, sedangkan kinang naik pesawat. Karena ia tiba duluan di rumah orang tua keydo, maka kinang langsung melamar keydo kepada ayahnya tanpa sepengetahuanya.  Singkat cerita terjadilah proses ijab kabul disana dengan sangat sederhana saking sederhananya baju pengantin yang dipakainya adalah bekas kedua orang tua keydo dulu waktu menikah, karena memang prosesnya serba mendadak bahkan saking mendadaknya keydo tak tahu klo dia dilamar yang keydo lakukan ketika itu adalah pasrah terhadap takdir yang Allah gariskan ia menikmati ujian2 yang berada didepanya...hm... kacau juga neh cerita tapi keren seh... nikah expres...
Nah... setelah ijab kabul ini kisahnya menjadi lebih menarik dan mungkin disinilah kenapa novel ini dilabelkan novel dewasa, yup, kisah2 romantis dari mulai shalat sunah 2 rakaatnya  sampai dialog2 malam pertama dikisahkan oleh penulisnya, yah walaupun tidak detile, tapi cukup membuat para pembaca yg belum menikah tersihir oleh suasana romantismenya dari mulai tebak-tebakannya kinang terhadap rambut keydo nyanyi-nyanyian yg merka nyanyikan bersama dsb..ga sah diceritain ribet ceritanya mending baca sendiri, tapi jangan ngeres dulu penulisnya menceritakanya dengan elegan masih menggunakan norma-norma kesopanan tanpa mengurangi nilai romantisme didalamnya. 
Aduh kalo keseringan baca novel beginian bisa berabe juga...bisa kacau dunia persilatan. Tapi ga papa kayanya itung-itung nambah ilmu.
Pokoknya setelah menikah penulisnya makin menjadi2 mengkisahkan 2 sejoli ini yg dimabuk asmara maklumlah,,,, keduanya sudah memendam cinta lama, bahkan si ikhwan/kinang rela membujang sampe umur 32 tahun demi memperjuangkan cintanya kepada keydo... parah emang neh ikhwan... jangan ditiru deh... pokoknyya ane agak kurang suka sama neh  ikhwanya, ga tau apa emang kelakuan asli ikhwanya begini atau penulisnya aja yang sengaja menambhkan gaya-gaya nakal ala ikhwan zaman dulu...hehee... dulu ya bukan sekarang...
Pokoknya yang belum menikah dibuat iri sama neh penulis pas masuk ke cerita ini... saya masih ingat betul adegan di bandara tabing padang, ketika mereka hendak pulang ke jakarta, namun mereka tdk bisa satu psawat karena tiketnya habis/penuh. Dimana ketika kinang hendak pergi duluan beberapa kali berbalik kebelakang memeluk istrinya itu... dan ketika kinang terus melangkah pergi keydo pun tak mau kalah, ia berlari mengejar kinang, dengan gaya bahasa yang manja ia membisikan minta digendong kepada suaminya walaupun ia sekedar bercanda, namun dasar orang dah mabuk cinta dah ga mikir lagi malu ap ngga, kinang menggendong isterinya dengan berputar sebanyak 2kali padahal ia dilihat banyak orang di bandara.
Kisah main gendong dibandara ini bagi saya sangat berkesan, karena disinilah titik balik dari semua kisah bahagia sebelumnya. Setibanya kinang di bandara kemayoran jakarta ia menunggu kedatangan istrinya, seharusnya istrinya tiba setengah jam setelah ia tiba, tapi istrinya tak kunjung tiba, berjam2 kinang menunggu keydo namun pesawat keydo tak kunjung mendarat di kemayoran...  pesawat yang keydo tumpangi hilang dari radar setelah 50 menit lepas landas dari bandara tabing. Bisa ditebak, keydo meninggal dalam kecelakaan pesawat.  Dan semua kebahagian yg tengah mereka nikmati tinggal kenangan, padahal mereka baru 2 minggu menikah, bisa dibayangkan bagaimana sedihnya...saya sempat menutup buku novelnya ketika masuk keceerita ini... dalam hati bergumam, asem juga neh penulis, menjebak para pembacanya kedalam rasa sedih yg dalam... bagaimana tidak lagi asik2nya membaca kisah2 bahagia penuh dengan romantisme eh tau2nya di putarbalikan kepada rasa yg penuh dgn kesedihan, apalagi setelah disuguhi oleh ceritanya yang cukup panjang sebelumnya, dari mulai marah2an, cuek2an sampai mesra2an... ternyata semuanya ditutup dengan kisah yang memilukan. Lagi-lagi saya membaca novel yang intinya ceritanya membawa efek sedih.... huh  sengaja mengindari cerita2 sedih ternyata apes juga....emang dah taktdir
Bab-bab selanjutnya setelah ini adalah penjabaran sikap serta rasa sedih yang dirasakan kinang karena ia ditinggal oleh kekasih yang sangat ia cintai ia mati2an mendapatkan kinang,  tetapi Tuhan mengambilnya ketika ia tengah bahagia2nya menikmati buah perjuanganya itu. Tersentak? Pasti. kehidupan kinang berubah total sejak di bandara kemayoran ketika mendapati berita kecelakaan istrinya..saya agak males ngelanjutin ceritanya  soalnya melo abis ala2 ikhwan gitu... saking sedihnya ia rela tidak menikah lagi sampai masa tuanya, padahal sudah banyak yang menasihati untuk segera menikah lagi, dari ibunya sampe nenek keydo segala membujuknya untuk menikah lagi bahkan tak sedikit yg mnjodoh-jodohkanya dgn wanita lain... tapi dasar ikhwan melo... dia berdalih untuk tetap setia kepada janjinya kepada keydo  yaitu ketika ia mengucapkan janji nikah, kinang sangat menghormat janji itu karena janji itu setara dengan janji para nabi dan rosul kepada Tuhanya, dan ia berdalih pula kepada ibunya tak mau menikah lagi agar tak bingung memilih2 bidadari di Akhirat kelak, ia hanya ingin keydo yg menjadi bidadarinya saja nanti disana, dan juga ia berdalih, bahwa keydo senantiasa berada dalam hatinya... duuuh baca neh kisah bikin merana ... ga bagus nih kalo banyak2 baca kisah beginian....bisa merana terus....ckckckckck
Yah intinya tuh kinang jomblo seumur hidup setelah ditinggal pergi istrinya...ga nyunah banget kan?...
Kinang mengisi hidup kesendirianya dengan menjalani hidup yang keydo cita2kan yaitu menjadi dokter sepesialis anak, dan mengabdikan dirinya untuk anak2 papua, sepertinya yg pernah keydo tuturkan dimalam pengantinya.
Secara keseluruhan... Novel ini bagus... namun sayang ada beberapa yg tidak syar’i apa emang ikhwan dulu nakal2 yah? Beda ama ikhwan sekarang... beda banget...:? preet... makin aneh. Hhahaaha...
The End... klo penasaran atau pingin cerita lengkapnya beli sendirilah bukunya... itung2 bantu promo hehehe...... ohya neh penulisnya baru buat novel pertama kali jadi wajar klo kisah2 dibab lainya agak ga nyambung alias dalam satu novel terblok2 ceritanya. Tapi karena kisahnya emang bagus semua kekurangan dalam menceritakanya tertutupi oleh kisah hidup keydo yang kaya permen nano2; norak, bahagia, sedih.... campur aduk.
Komen terakhir, harusnya judulnya bukan keydo, tapi keydo dan kinang.... soalnya di bab2 terakhir cuman ngisahin hidupnya kinang.... tapi salut buat mba taty elmir yang dah buat novelnya.
Suka sesama aktifis ga salah...
Mencintai seseorang juga ga da yang salah...
Tapi yang menentukan salah atau tidaknya bukan cintanya tapi orangnya...
Apa yang ia lakukan setelah ia mencintai seseorang? Itulah yang menentukan salah atau tidaknya...
Apakah ia mau mengambil jalan Syar’i
Atau mengambil jalan Syaitani
Atau ia akan mengambil jalan mendiamkanya tanpa pernah memperjuangkanya...
So... Just Do It, Lakukan yang terbaik kalau memang itu berarti...

Ohya untuk novel yang kedua yaitu Surat kecil untuk Tuhan, nanti aja nyeritainya... abis dah larut malm neh... ga nyangka ngetik tulisan ini dah hampir dua jam... dan sekarang dah jam setengah 2 malam...ya walaupun mata belum sepet, tapi bisa berabe klo diterusin bisa-bisa ampe subuh ga tidur.
Tapi ininya novel yang kedua ga kalah sedih nya... dan sedihnya lebih berkualitas karena langsung berhubungan dengan Allah, yaitu kisahnya seorang gadis perempuan umur 13 tahun yang terkena kanker jarngan lunak... divonis 5 hari tetapi ternyata ia mampu bertahan selama 3 tahun...banyak belajar dh pokoknya dari kisah ini, sikap pasrahnya luarbiasa, gadis kecil yang baru balig dah diuji dengan ujian berat, yang akhirnya menjadikanya sosok yang bisa memaknai hidup penuh dengan kesabaran, cinta dan kepasrahan...
To be Continue...





 

0 komentar:

Poskan Komentar