Laman

Cari Di Blog Ini

Memuat...

Kamis, 22 September 2011

Catatan Perjalanan Jomblo Journey Road to Tasikmalaya

Hasan Blog Area


Waiting List Road to Tasikmalaya

Aku agak kesulitan untuk memulai cerita jomblo journey road to Tasikmalaya kemarin, bukanya tak ada yang menarik untuk diceritakan tetapi aku sulit untuk memilih dari mana untuk memulai cerita ini. Jujur saja perjalanan kemarin tak terlupakan senangnya walaupun rasa lelah mengikuti sampai rumah. Banyak kejadian-kejadian yang menyenangkan, memalukan serta mendebarkan dan yang tak ketinggalan adalah moment ketegangan diantara kami. Semua akan kuceritakan sebagai tulisan kenangan perjalanan kami, mungkin banyak foto-foto sebagai saksi perjalanan kami tetapi sekiranya sebuah catatan perjalanan tak kalah menariknya untuk melukiskanya. Kalaulah foto sebagai saksi yang tersirat maka tulisan ini adalah sebagai saksi yang tersurat. Semoga catatan ini mampu memelihara kenangan perjalanan ini yang terasa indah, manis, dan menyenangkan dan juga semoga catatan ini mampu mengungkap hikmah pelajaran hidup yang tersirat didalamnya. Catatan ini aku persembahkan untuk teman seperjalanan Jomblo Journey road to Tasikmalaya dan para pembaca lainya.

Aku mulai kisah ini dari awal saja agar tak terjadi lompatan-lompatan cerita sekaligus agar mudah diikuti alurnya.

Jum’at 22.00 dirumah pathun masih sepi, aku dan kedua temanku (Pathun, Aziz) saja yang terlihat, dan tak lama hadir Andry, Afrijal dan Fikri hadir meramaikan suasana khususnya akh fikri teman lama yang sudah lama tak bersua, lama kami berbincang kesana kemari sembari menunggu 4 teman yang belum juga terlihat, khususnya membicarakan perihal apakah akan pergi ke at-Ta’awun puncak malam ini juga atau membatalkan perihal perjalanan ke at-Ta’awun tetapi berangkat pagi-pagi langsung ke tasik tanpa singgah ke puncak tetapi lansung menuju cianjur lewat jonggol.

Waktu hampir menuju ke tengah malam tinggal 2 orang Vicko dan indra yang belum hadir karena ade dan akh budi telah hadir. aku sendiri mulai resah menunggu mereka yang tak muncul juga apalagi menurutkku melakukan perjalanan ke at-Ta’awun larut malam kemudian paginya pergi ke tasik dari sana cukup beresiko, aku khawatir kami tidak cukup beristirahat di at-Ta’awun dan juga aku khawatir kami tidak bisa tidur disana mengingat tempat yang kurang nyaman dan suhu yang dingin yang akhirnya stamina serta tenaga kami kurang vit untuk melakukan perjalanan ke tasik paginya. Dan yang paling aku khawatirkan adalah perjalanan ke tasik digelayuti rasa kantuk yang akan menambah resiko perjalanan kami, mengingat waktu ke tasik tak sebentar dan track nya pun belum dikenal oleh sebagian besar kami, kalau aku dan ade sudah sering lewat jalur itu mengingat ade kampungnya ditasik dan aku di ciamis yang masih satu jalur dengan tasik. Aku kira kekhawatiranku sangat beralasan mengingat jalur ke tasik dipenuhi tikungan dan tanjakan khususnya di jalur setelah cianjur dan malangbong (selepas nagrek) aku khawatir kantuk akan mengurangi kewaspadaan para rider kami yang terbilang masih sangat kurang pengalaman diluar kota, Bagiku keselamatan perjalanan harus diutamakan dibanding kesenangan lainya bener ga?.....

Akhirnya datang juga 2 kawan yang lama sekali ditunggu, terhitung mereka telat 2 jam dari jadwal yang ditetapkan duh.... kalau bukan karena rasa kasih serta hub dekat diantara kami maka aku yakin mereka akan menjadi bulan-bulanan kekesalan kami. Bagai mana tidak mereka(khususnya akh indra) yang menjadi PJ touring dia yang mengagendakan tetapi dia sendiri yang mengacaukan scedule tournya. dan yang bikin menggelitik kekesalan hati ini adalah bukan karena uzur yang syar’i tetapi karena belanja perlengkapan tournya (pelindung badan, sepatu dll) dalam hati ‘kaya ga da hari lain aja, mang kemarin kemana aja hari gini baru belanja cape dahhhhhhhh’. Tapi apa boleh dikata dasar indra, dia hadir dengan menebar senyum dengan langsung ngalor ngidul ngebahas belanjaanya, dan semua pun terbawa suasana yang dibawanya dengan seakan melupakan perihal suasana hati karena lama menunggu kehadiranya, aku sindiri pun awalnya ingin marah karena mangkir dari jadwal tetapi hal itu urung karena suasana telah berubah menjadi cerah.

Waktu hampir mendekati pukul 12.30 sedangkan kami masih mendebatkan perihal akan ke at-Ta’awun atau tidak, khususnya aku, aku yang menentang kalau malam itu juga berangkat ke at-Ta’wun selain karena dalam hitungan analisaku itu akan beresiko ke perjalanan tasik  paginya tetapi juga karena rasa kesal menunggu lama itu yang membuat aku malas untuk kesana karena menurutku waktu untuk ke at-Ta’awun yang direncanakan jam 22:00 berangkat sudah habis dirampas oleh keterlambatan akh indra dan Vicko. Duh... sampai ngetik neh tulisan juga kayaknya keinginan untuk ngomel masih terasa, dari pada jadi penyakit dalam dada mending aku ngomel disini saja ; ‘Eh nte kemana aja akh, jam segini baru dateng, mang niat jalan ga seh, rumahnya deket juga ga malu apa ama yang jauh (fikri n hasan) nte kan PJ masa ga bertanggung jawab seh..huh dasar sanguinisssssssssss’ legaaaaa rasanya plong rasanya akhirnya lepas juga ha....puaaas.

Melihat dari situasi pendapat di syuro sebelum berangkat di rumah pathun yang sepertinya sensus mengarah pada untuk setuju berangkat ke at-Ta’wun dan sebagai pertimbangan lainya yaitu bahwa akh Fikri hanya ikut sampai at-Ta’awun karena esoknya ada agenda sehingga tidak bisa ikut ke Tasik maka akupun mengalah dengan mencoba menguras kolam kekesalan hatiku, aku tak mau berangkat dengan hati yang tidak enak dikhawatirkan akan menggangu perjalanan nantinya. Akhirnya akh Andri selaku mas’ul Jomblo Journey memutuskan untuk malam ini juga berangkat ke At-Ta’awun untuk bermalam disana dan berangkat ke Tasik sehabis Shalat Subuh.

Akhirnya Syuropun ditutup dengan doa yang dipimpin PJ Tour yaitu akh indra dengan gaya-gaya khasnya yaitu ngaco Abis alias Jayuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus n Lebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay abiiis :-b

 Akh Indra (red T Shirt) memimpin doa dengan gaya khotib jum'at yang ngawur, aneh de el el


Setelah jenuh menunggu sedari jam 22:00 akhirnya kamipun memulai perjalanan kami, Jomblo Journey Road to Tasikmalaya dimulai, Lets to the triiip, make be enjoy lets Gooooooooooooo....

 Biasa kelakuan dep..tiiiiit (sensor :-)) sebelum jalan ritual dulu narsisme disorder

To be Continue Road to at-Ta'awun Mosque @Puncak......


0 komentar:

Poskan Komentar