Laman

Cari Di Blog Ini

Memuat...

Senin, 24 Oktober 2011

Menelaah Kematian Moammar Khadafy


Kita sudah tahu semua bahwa Moammar Khadafy presiden Libya (Sebelum dikudeta) sudah meninggal di Sirte, Libya. Meninggal setelah diamuk Rakyatnya sendiri. Dari Otopsi Dokter forensik yang memeriksanya khadafy meninggal diakibatkan luka tembak dikepalanya dan perutnya. pada awalnya dia ditangkap, khadafy masih hidup namun ketika terkabarkan bahwa khadafy ditemukan, serentak  pasukan NTC atau Dewan Peralihan Libya yang ada disitu merangsek mendekati khadafy yang tengah terluka guna melampiaskan kemarahanya terhadap mantan presiden libya itu. alhasil pukulan, tendangan, hantaman senjata mendarat di tubuh khadafy. Beberapa orang dari pasukan NTC melndungi khadafy agar tidak menjadi korban amukan namun tanpa disangka sebuh tembakan meledak mengagetkan semua yang mengakibatkan sesosok tubuh khadafy itu terjerembab ketanah. Khadafy dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Sayup-sayup terdengar berita bahwa yang menembak khadafy adalah pemuda berumur 18 Tahun menggunakan senjata emas milik khadafy.

Kita semua bisa melihat dari rekaman video amatir yang ditayangkan di media TV nasional, ditengah mayat khadafy rakyatnya bergembira bersorak sorai bahagia akhirnya pemimpin yang mereka benci itu berhasil mereka bunuh. Ironi..... Alhamdulillah sejarah tidak pernah atau tidak mencatat bahwa di indonesia tidak ada Pemimpin yang dibunuh oleh rakyatnya; Rakyat indonesia memang rakyat yang terlampau pemaaf, baik hati serta sabar. Jika tidak begitu mungkin tahun 98 kmarin sejarah akan mencatat Soeharto dibunuh rakyat indonesia, tetapi itu tidak terjadi, saking baiknya bahkan memenjarakan soeharto saja rakyat indonesia tidak tega? Ironi... memang... Ternyata khadafy tidak beruntung tidak memiliki rakyat seperti rakyat indonesia, yang penyabar, pemaaf dan tidak tegaan he....

Berikut Surat Wasiat Khadafy, sebuah catatan penting untuk menjadi renungan.

Terlepas dari apa yang dilakukan khadafy ketika dia memimpin libya, kejadian kudeta serta pembunuhan ini akan menjadi sebuah persidangan yang berat di yaumil mahsyar nanti. Itu nanti diakhirat, lalu bgaimana hukum dunia? melihat dari kejadian itu menurut saya khadafy seharusnya menjadi tawanan perang dan membunuh tawanan perang adalah termasuk kejahatan perang yang bisa di adili di mahkamah militer internasional. Entahlah itu pendapat saya pribadi. Maka wajar kalau Istrinya khadafy menuntut PBB untuk menyelidiki pembunuhan suaminya itu. Tetapi mungkin dunia akan mengabaikan atau memaklumi kejadian itu karena mereka diuntungkan oleh kejadian itu, orang yang selama ini menentang mereka (Amerika dkk) telah berhasil dlenyapkan. Dan harta rapamasn yang ditunggu bisa segera didapatkan yaitu Minyak yang melimpah, karena Libya termasuk negara penghasil minyak terbesar didunia khususnya di Afrika. Selain itu aset Libya yang dibekukan di Bank-bank eropa dan amerika bisa mencapai 40 lebih milyar dolar, nilai yang fantastis...

Dilain pihak para pemimpin negara-negara Arab melihat terbunuhnya khadafy menjadi pelajaan penting untuk para pemimpin-pemimpin otoriter. Beberapa tahun ini dunia mempersaksikan pembunuhan atau terbunuhnya pemimpin-pemimpin yang membenci Barat diantaranya ; Sadam Husein (Presiden Irak Terguling Oleh Amerika ditangkap dan dihukum gantung oleh pengadilan internasional), Osama Bin Laden (Disergap oleh Amerika dengan pasukan SWATnya yang terkenal hebat itu dengan pesenjataan canggihnya kemudian dibuang mayatnya di Laut Arab tanpa mempersilahkan rakyatnya/umat islam melihat mayat dan memandikanya), Moammar Khadafy (Presiden terguling Libya, Diprotes Rakyatnya  dibantu oleh NATO dengan restu PBB, dikejar dan dibunuh oleh rakkyatnya). Dari 3 sejarah ini, ada yang aneh?

Para pimpinan Non negara islam yang menentang Barat/As masih leluasa memerintah didunia ini tengok saja di Timur Lee Myung-bak presiden Korea Utara, di barat Hugo Chavez presiden Venezuela dan Fidel Castro presiden Kuba. Semuanya telah lama menentang tetapi sepertinya AS dkk lebih bernafsu untuk menggulingkan dan menginvansi Irak, Afganistan dan Libya hanya karena mereka adalah negara-negara mayoritas islam. 

Kalau kita perhatikan lebih teliti, pemimpin negara yang ginjang-ganjing saat ini yang masih aman diantaranya Yaman, Bahrain dan Suriah. Mereka belum terguling, Yaman dan Suriah mereka penentang Barat tetapi mereka masih aman dari Barat karena dibelakang mereka ada Iran dan Bahrain juga masih Aman karena Ada Iran. Yaitu mereka adalah pemimpin-pemimpin pemerintahan yang berideologi Syiah yang tentunya sejiwa dengan Iran Yang dikomandoi oleh Mahmod Ahmadined yang terang-terangan membenci dan menentang AS. Dunia menyaksikan mereka semua aman dari sentuhan AS Dkk, Ada apa ini?

Kesimpulan Analisa Saya kalau mau aman untuk menentang AS jadilah and pemimpin atau negara yang berideologi Sosialis/Komunis dan Syiah. Kalau anda pemimpin/negara yang berideologi Islam non Syiah lantas keras menentang As dkk maka bersiap-siaplah kalau suatu saat mereka menginvansi. 

Lalu Indonesia bagaimana aman ga yah dari invansi mereka (AS dkk), tenang aja saat ini indonesia aman karena pemimpin dan pemerintah indonesia sangat kooperatif dengan AS bahkan saking kooperatifnya mereka diijinkan untuk mengeruk kekayaan Alam indonesia sepuas-puasnya yang tentunya dengan bayaran yang murah. Itulah Indonesia... Terlalu baik kepada siapapun. bahkan terhadap penjajah yang menyengsarakan rakyat 350 tahun lebih saja masih mau bersahabat dan bahkan banyak rakyat indonesia yang mengidolakan dan menyukai negara kincir Angin itu. Lagi-lagi ironi..... Entah karena kearifanya atau karena kebodohanya... Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Recent Posts