Laman

Cari Di Blog Ini

Memuat...

Jumat, 28 Oktober 2011

Sejarah Sumpah Pemuda dan Realitas Saat ini

Hasan Blog Area

Sumpah Pemuda, tentunya semua orang khususnya rakyat Indonesia tahu mengenai Sumpah Pemuda. Namun sebagian besar dari yang tahu mengenai Sumpah pemuda tak lebih dari sekedar tahu kalimatnya saja, tetapi makna serta isi sumpahnya dewasa ini banyak yaang tidak tahu, mungkin salah satunya anda sendiri.

Ketika kita mau nelihat sejarah Sumpah Pemoeda, maka kita harus menelisik Sejarah Kongres Pemoeda. Kongres Pemoeda pertama kali diadakan pada 2 Mei 1926 M, dan Kongres Pemoeda 2 diadakan pada 28 Oktober 1928 M.

Menelisik latarbelakang adanya Kongres Pemoeda 2 kita mesti melihat hasil keputusan kongres ke-2 Jong Islamieten Bond pada23-27 Desember 1927 yang memutuskan untuk memperjuangkan Cita-cita persatuan dan Kebangsaan, selain itu beberapa hari sebelumnya juga sudah didirikan pada 17 Desember 1927 yaitu Perhimpoenan Pemoefakatan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) yang bertujuan sama dengan Hasil Kongres JIB ke-2.

Keputusan itu ternyata mendapatkan reaksi keras dari Keputusan Kongres Boedi Oetomo di surakarta pada 6-9 April 1928 yang menolak pelaksanaan Cita-cit persatuan Indonesia, yang kemudian diikuti oleh Jong Java yang setia menginduk kepada Boedi Oetomo mengembangkan bahasa Jawa, Kesenian Jawa, dan Agama Djawa (Kebatinan) dalam lingkup Djawa Radja.

Untuk menjawab hasil kongres Boedi Oetomo ini, 7 bulan setelahnya PPPI (Perhimpoenan Pejadjar-Peladjar Indonesia) dan Jong Indonesia segera menyelenggarakan Kongres Pemoeda II pada 28 Oktober 1928 atau Ahad Wage, 13 Jumadil Awwal 1347 H di kramat raya 106 Jakarta.  Kongres Pemuda II kala itu dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari PPPI, dan Sumpah Pemuda dirumuskan oleh Moehammad Yamin yang waktu itu mewakili Jong Soematraen Bond. Kongres Pemuda II melahirkan 3 keputusan yaitu:

1. Sumpah Pemuda
Satu : "Kami poetra dan poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia"
Dua : "Kami poetra dan poetri Indonesia Mengakoe Berbangsa Satoe, Bangsa Indonesia"
Tiga : "Kami poetra dan poetri Indonesia Mendjoenjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia"
2. Lagu Indonesia Raya Menjadi Lagu Kebangsaan Indonesia
3. Sang Saka Merah Putih sebagai Bendera Nasional Indonesia


Sumpah Pemuda bagi rakyat Indonesia merupakan sebuah moment yang sangat bersejarah, karena dari sinilah yang mempengaruhi ruh, jiwa rakyat Indonesia untuk memperjuangkan dirinya agar terbebas dari penjajah Belanda yang sudah 350 menguasai Indonesia demi menjadi sebuah Bangsa yang merdeka. Sumpah Pemuda menjadi titik dimana kebangkitan nasional menemui ruh kebersamaan atau persatuan nasional.

Bahasa Indonesia

Dalam salah satu butir isi Sumpah Pemuda yaitu Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Persatuan Bangsa Indonesia, bukan Bahasa Jawa atau bahasa lainya. Karena pada dasarnya bisa saja saat itu bahasa Jawa menjadi bahasa yang disepakati, karena mayoritas pemuda elit kala itu dari Jawa.

Dalam catatan Kongres kala S.M. Kartosoewirjo yang kala itu masih berusia 23 Tahun dari Partai Sjarikat Islam Indonesia mengungkapkan pendapatnya ke forum bahwa bahasa asing berfungsi sebagai bahasa pergaulan internasional, dan menekankan bahwa bahasa Indonesia harus menjadi bahasa penghubung persatuan pemuda, selanjutnya, pergerakan nasional harus diserahkan kepada perkumpulan yang beradasarkan nasionalisme.

Penekanan yang dituturkan S.M. Karto Soewirjo cukup beralasan, dimana 6 bulan sebelumnya kongres Boedi Oetomo menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia. Hal ini menyadarkanya bahasa apa yang dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi Nasional dan Organisasi apa yang harus diamanati untuk memimpin pergerakan Nasional.

Asal tahu saja dahulu rakyat Indonesia dilarang oleh Belanda untuk berbicara dengan bahasa Belanda, hanya orang-orang pribumi tertentu yang diperbolehkan untuk menggunakan Bahasa Belanda. Sehingga rakyat Indonesia terbiasa menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa komunikasinya tentunya selain bahasa daerahnya masing-masing. Sehingga dipasar-pasar kala itu sangat populer bahasa Melayu yang mana akhirnya Bahasa Melayu menjadi bahasa Pasar atau Bahasa Melayu Pasar. Hal ini bisa terjadi karena para saudagar dari pasar kepasar menggunakan bahasa melayu sebagai alat komunikasinya. Alhasil wajar jika bahasa Melayu menyebar ke seantero Nusantara.

Bahasa Melayu dahulu selain biasa digunakan di Pasar juga digunakan di Pesantren-pesantren sebagai Bahasa ilmunya, dan juga digunakan oleh Kerajaan atau kesultanan sebagai bahasa Diplomatiknya. Yang kemudian Media-Media Islam seperti Syarikat Dagang Islam, Mehamadiyah, Hajatul Qulub/Persyarikatan Ulama, Djamiah Nahdatul Wathon/Nahdatul Ulama, Persatuan Islam/Persis, Jong Islamiten Bond, Tarbiyah Islamiyah/Perti. menggunakan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Jurnalistiknya. Berbeda dengan Oganisasi kalangan priyayi Jawa yang menggunakan Bahasa Jawa seperti Boedi Oetomo, Jong Java dll.

Awalnya Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Bahasa Melayu, kemudian dikenal dengan nama bahasa Melayu Pasar karena memang sangat populer dipasar-pasar, setelah itu sekarang dikenal dengan Bahasa Indonesia. Pada umumnya dulu bahasa melayu ditulis dalam huruf arab melayu dan huruf arab jawa.

Jadi Rakrat Indonesia harus bangga dan menghargai bahasanya yaitu Bahasa Indonesia, karena bahasa inilah yang mampu menyatukan perjuangan dahulu dalam melawan penjajah. Peran Pedagang/Saudagar sangat penting dalam penyebaran bahasa melayu ini ke seluruh nusantara dan juga Ulama yang mana dahulu mereka juga menjadi pedagang/Saudagar. Dari Pasar, Pesantren, Kesultanan, Media akhirnya sekarang menjadi Bahasa Resmi Bangsa Indonesia.

Catatan: Wajar saja kalau bahasa Belanda tidak populer di Indonesia dibandingkan bahasa Penjajah lainya diwilayah bekas jajahanya seperti Inggris, dan Portugis serta Spanyol (Bahasa Inggris Populer d Malaysia, Portugis populer di Timor-timur dan Spanyol populer di Filipina), hal ini dikarenakan Belanda sejak awal melarang orang Indonesia menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa keseharianya, Belanda hanya memperbolehkan orang pribumi menggunakan bahasa indonesia pada kalangan priyayi/bangsawan.

Kata "Indonesia"

Selain Bahasa, yang menjadi point penting sumpah pemuda adalah Bangsa Indonesia, yah kata Indonesia menjadi nama bangsa kita. Mungkin diantara kita bertanya-tanya asal mula kata Indonesia, siapa yang mengenalkanya pada kita. karena tidak ada suku Indonesia sebelumnya, kerajaan Indonesia juga tidak ada. 

Dalam menelusuri sejara kata Indonesia kita bisa telusuri dari nama-nama Organisasi kala itu, dari keputusan-keputusan kongresnya. dari situ kita bisa melihat latar belakang kata Indonesia digunakan sebagan penamaan bangsa kita.

Mungkin saat ini orang ketika ditanya awal mula penggunaan kata Indonesia akan tertuju ke organisasi PNI(Perserikatan Nasional Indonesia) karena disana ada pemimpinya yaitu Ir. Soekarno. tetapi sebenarnya sebelum berdirinya PNI tahun 1927, sudah ada organisasi yang menggunakan kata indonesia sebagai nama organisasinya yaitu Indonesische Eenheids Comitee pada bulan Agustus 1926 di Bandung dan Comite Persatoean Indonesia pada bulan September 1926 di Surabaya.

Jadi bisa dikatakan yang mempelopori penggunaan nama Indonesia adalah Indonesische Eenheids Comite dan Comite Persatuan Indonesia yaitu pada tahun 1926, sedangkan PNI didirikan setahun setelahnya pada tahun 1927 Baru pada tahun 1928 Kata Indonesia diikrarkan menjadi nama Bangsa kita yaitu Bangsa Indonesia, dan pada 17 Agustus 1945 Indonesia diresmikan menjadi nama Bangsa sekaligus Negara Indonesia.

Itu dari segi Organisasi, lalu siapa orangnya yang mengenalkan Indonesi? Dr. Soekiman Wirjosandjojo. Ketika Dr. Soekiman Wirjosandjojo menjadi ketua Indische Vereniging di Belanda pada 11 Januari 1925, Dr. Soekiman Wirjosandjojo mengubah nama   Indische Vereniging menjadi Perhimpoenan Indonesia. Setelah itu mulailah kata Indonesia dikenal dan kemudian Organisasi-organisasi muncul dengan kata Indonesia sebagai nama Organisasinya, diantaranya; Indonesische Eenheids Comitee (`1926), Comite Persatoean Indonesia (1926), Perhimpoenan Peldjar-Peladjar Indonesia (1926), Jong Indonesia (1927), Perserikatan Nasional Indonesia (1927), Perhimpoenan Pemoefakatan Politik Indonesia (PPPKI) tahun 1927 , Madjlis Oelama Indonesia (September 1928), Partai Sjarikat Islam Indonesia (1928), Perikatan Prerempoean Indonesia (Des 1928) dll.

Namun Sejarah Indonesia, nama Dr. Soekirman Wirjosandjojo tidak dituliskan sebagai pelopor penggunaan kata Indonesia di Belanda dan Indonesia, demikian pula setelah menjadi Perdana Menteri NKRI tidak dituliskan  bahwa yang mengesahkan Lambang Garuda Pancasila pada 1951 M adalah Dr. Soekirman Wirjosandjojo.

Dalam Artikel saya selanjutnya akan bahas mengenai latar belakang berdirinya organisasi-organisasi yang menggunakan kata Indonesia khususnya sebelum tahun 1928 dan Organisasi-organisasi yang berpengaruh terhadap lahirnya Kongres Pemoeda II untuk melengkapi artikel ini.

Kembali lagi ke hari Sumpah Pemuda, kalaulah Soempah Boekit Sigeontang (683 M) melahirkan kerajaan Sriwjaya (Abad 5-13), Soempah Palapa/Patih Gajah Mada di kaki Pegenoengan Pananggoengan pada 1331 M melahirkan Madjapahit, maka Soempah Pemoeda melahirkan Negara Republik Indonesia (1945) begitulah yang dituturkan Moehammad Yamin.

Sriwijaya berdiri dengan agama Budhanya dan Majapahit lahir dengan agama Hindu, sedangkan Indonesia Lahir karena Perjuangan umat Islam dan pada akhirnya sejengkal demi sejengkal setelah Negara Republik Indonesia Lahir Umat Islam disisihkan serta disingkirkan dari percaturan politik negara dengan antiklimaksnya pada peristiwa Pembubaran Masyumi pada tahun 1960 oleh presiden kala itu Ir. Soekarno dan setelah itu sejarah menyaksikan Umat Islam menjadi bulan-bulanan rezim yang berkuasa, bahkan sampai masa reformasipun, Umat Islam masih menjadi bulan-bulanan dengan stigma yang terus dipaksakan yaitu Terorisme sehingga Negara/Polisi khususnya Densus 88 bisa leluasa menangkap serta membunuh ditempat, siapa saja yang dianggap teroris tanpa memperbolehknya untuk membela diri didepan pengadilan, Ironi...Sejarah sekarang mencatat Umat Islam tak dapat memetik jerih payah pengorbananya demi sebuah kata yaitu NKRI, lebih jelasnya mengenai sejarah ini, baca sejara awal kemerdekaan indonesia 1945-1955 sampai akhirnya lahir sebuah keputusan yang kontroversial yaitu Dekrit Presiden Tahun 1955 dan Kepres pembubaran Masyumi tahun 1960.

Lalu setelah mengetahu sejarah ini, masihkah mereka tega mengatakan Umat Islam mementingkan dirinya yang mayoritas dibandingkan umat yang lain yang minoritas? masihkah mereka tega berkata bahwa Mentang-mentang Mayoritas umat Islam bisa Menindas yang Mayoritas? Seharusnya umat lain yang menjust seperti itu mau menengok negara dimana umatnya berkuasa di belahan dunia lain, bagaimana mereka memperlakukan Umat Islam yang lemah dan Minorotas disana? Kalau anda orang baik maka anda akan memahami letak ketidak adilanya. dan menghargai serta mengerti betapa baik hatinya Umat Islam diindonesia rela berkorban demi Damai dan bersatunya Indonesia. Mengertilaaaaaaah........!!!

Dan Indonesia saat ini bagaikan Pohon Besar yang hampir  tercerabut dari Akarnya. Nilai, Semangat serta Cita-cita dahulu ketika diperjuangkan tak lagi sama dengan Nilai, semangat serta cita-cita Indonesia saat ini. Sehingga Indonesia bak Pohon yang tertiup badai sedangkan akarnya hampir saja lepas dari tanah. Janganlah musuhi Umat Islam di Indonesia karena Umat Islam Indonesialah yang menjaga Akar tetap terhujam ketanah agar Indonesia tetap bersatu, utuh tidak becerai berai kemudian tumbang. Dan Yakinlah ketika suatu saat nanti Indonesia membutuhkan darah-darah pengorbanan demi keutuhanya, dunia akan menyaksikan bahwa darah itu adalah darah Umat Islam, maju terdepan seperti yang dilakukan para pendahulunya. Sedangkan Umat yang lain entah kemana, entah itu bersembunyi atau menunggu...

Mari kita menjadi Pemuda yang tahu sejarah sehingga kita tidak mudah ditipu serta diadu domba dan agar kita tidak salah orang untuk mengucapkan kata terima kasih kepada para pejuang sebelumnya. Bangkitlah Pemuda Jayalah Indonesia dan Membumilah Islam dengan luhurnya ajaranya.


Selasa, 25 Oktober 2011

Polemik Status Keislaman Khadafy


Ghadafy, ketika hidup menjadi pertentangan, ketika sudah meninggal pun masih menjadi pertentangan. dan pertentngan yang terjadi setelah dia meninggal adalah seseuatu yang sangat prinsipil, yaitu ghadafy masih bergama islam atau tidak sehingga jenazahnya boleh dimandikan dan dishalati atau tidak. 

Sampai saat ini mayat ghadafy masih tergletak di lemari pendingin sebuah toko daging (berita yang saya baca), dan menjadi tontonan rakyatnya sehingga terjadi antrian yang panjang hanya untuk melihat serta memfoto mayat ghadafy. 

Saya sendiri bertanya-tanya, terlepas dari sudah kafir atau belum ghadafy, apakah pantas umat islam memperlakukan sebuah mayat. memang kelemahan manusia adalah terlalu mencintai dan terlalu membenci. membenci ghadafy yang memerintah dengan penuh diktator menzolimi rakyatnya adalah sebuah keniscayaan. tetapi apakah separah itu rasa benci? kalaupun ghadafy sudah kafir, apakah islam membolehkan untuk mempertontonkan mayat di halayak publik. 

Setelah melihat sejarah hidupnya, wajar kalau beberapa ulama mengkafirkan dia. karena begitu banyak kata-kata statment serta sikapnya yang terkesan anti islam atau melecehkan islam. Apalagi ditambah atas pembantaian terhadap rakyatnya yang kebanyakan adalah mujahidin. Sangat lumrah jika rakyatnya sangat membencinya bahkan mufty libya sendiri mengkafirkan khadafy sekaligus melarang untuk menshalati jenazahnya.

Hemat saya, tujuan telah tercapai, maka jangan lupakan hal yang penting yaitu berdamai dengan kebencian agar tidak berlaku berlebihan. tidak ada gunanya membenci mayat, memuaskan dendam dengan menghinakanya. Urusan ghadafy semua sudah berakhir, biarlah malaikat yang menanyakan perihal perbuatanya. Kebencian hanya akan melahirkan kebencian selanjutnya, bencilah manusia karena perbuatanya bukan karena orangnya, jika orang itu sudah taubat atau meninggal maka kebencian itu berlalu bersamanya. Jika sikap menghinakan mayat ghadafy terus berlanjut maka dikhawatirkan ini akan melahirkan kebencian baru yang mana kelak akan menjadi pemicu kejadian yang sama. hanya saja peranya yang berbalik. yang membenci jadi dibenci dan yang dibenci menjadi pembenci. tak ada habisnya. Tutuplah buku kebencian bersama hilangnya alasan untuk membenci, tidak ada artinya membenci orang yang sudah mati, yang ada adalah menjadikan kita menjadi pantas untuk dibenci. 

Ghadafy kafir, ingkar sunah, pembunuh mujahidin, dll, itulah stigma dirinya yang dilontarkan banyak pihak khususnya dunia islam, apapun itu ia telah meninggal, catatanya sudah ditutup tak bisa berubah. kita tidak tahu apakah hari-hari, minggu-minggu bulan atau tahun sebelum kematianya ia telah berubah. memperbaiki diri merenung menyesali semuanya kemudian kembali ke jalan islam yang sebenarnya, kita tidak tahu, yang kebanyakan orang tahu bahwa dahulu ia begitu apakah ketika selama ia dikudeta dan diserang NATO ia berubah atau tidak entahlah, kita serahkan kepada Allah yang maha tahu. yang jelas antara dia dan rakyat serta dunia kelak akan dipersidangkan oleh Allah sehingga orang-orang yang dizholmi ghadafy terbayarkan dan orang-orang yang menzholimi ghadafy terbayarkan. Sehingga semuanya terbayar impas.

Kita bukanlah hakim tetapi kita adalah saksi, ingatlah.

Lahirkan Persepsi kita terhadap semuanya adalah buah dari melihat realitas, yang kemudian kita fikirkan dengan pengetahuan yang kita miliki sehingga persepsi kita bukanlah sesuatu yang menduga. Realitas mendidik kita menjadi pengetahuan terhadap kebenaran dan pengetahuan melahirkan pandangan atau persepsi kita terhadap kehidupan.

Tugas seorang saksi bukanlah menduga tetapi tugas seorang saksi adalah memberikan pandangan (persepsi) atas pengetahuan kita terhadap kenyataan (realitas). Bukan sok tahu atau sok menjadi analis handal. 

Saya tidak melampirkan sumber terkait status keislaman khadafy, jika ingin mencari silahkan search diinternet karena sudah banyak. atau cari di eramuslim.com, al-ikhwan.net atau situs islam terkait lainya. karena tujuan artikel ini bukan untuk menyatakan sikap atas statusnya islam ghadafy. Karena saya bukan siapa-siapa, tak tahu ghadafy dan juga bukan seorang yang faqih atas hal ini. Mohon maaf jika ada yang salah semoga sudi untuk meluruskanya.

Senin, 24 Oktober 2011

Menelaah Kematian Moammar Khadafy


Kita sudah tahu semua bahwa Moammar Khadafy presiden Libya (Sebelum dikudeta) sudah meninggal di Sirte, Libya. Meninggal setelah diamuk Rakyatnya sendiri. Dari Otopsi Dokter forensik yang memeriksanya khadafy meninggal diakibatkan luka tembak dikepalanya dan perutnya. pada awalnya dia ditangkap, khadafy masih hidup namun ketika terkabarkan bahwa khadafy ditemukan, serentak  pasukan NTC atau Dewan Peralihan Libya yang ada disitu merangsek mendekati khadafy yang tengah terluka guna melampiaskan kemarahanya terhadap mantan presiden libya itu. alhasil pukulan, tendangan, hantaman senjata mendarat di tubuh khadafy. Beberapa orang dari pasukan NTC melndungi khadafy agar tidak menjadi korban amukan namun tanpa disangka sebuh tembakan meledak mengagetkan semua yang mengakibatkan sesosok tubuh khadafy itu terjerembab ketanah. Khadafy dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Sayup-sayup terdengar berita bahwa yang menembak khadafy adalah pemuda berumur 18 Tahun menggunakan senjata emas milik khadafy.

Kita semua bisa melihat dari rekaman video amatir yang ditayangkan di media TV nasional, ditengah mayat khadafy rakyatnya bergembira bersorak sorai bahagia akhirnya pemimpin yang mereka benci itu berhasil mereka bunuh. Ironi..... Alhamdulillah sejarah tidak pernah atau tidak mencatat bahwa di indonesia tidak ada Pemimpin yang dibunuh oleh rakyatnya; Rakyat indonesia memang rakyat yang terlampau pemaaf, baik hati serta sabar. Jika tidak begitu mungkin tahun 98 kmarin sejarah akan mencatat Soeharto dibunuh rakyat indonesia, tetapi itu tidak terjadi, saking baiknya bahkan memenjarakan soeharto saja rakyat indonesia tidak tega? Ironi... memang... Ternyata khadafy tidak beruntung tidak memiliki rakyat seperti rakyat indonesia, yang penyabar, pemaaf dan tidak tegaan he....

Berikut Surat Wasiat Khadafy, sebuah catatan penting untuk menjadi renungan.

Terlepas dari apa yang dilakukan khadafy ketika dia memimpin libya, kejadian kudeta serta pembunuhan ini akan menjadi sebuah persidangan yang berat di yaumil mahsyar nanti. Itu nanti diakhirat, lalu bgaimana hukum dunia? melihat dari kejadian itu menurut saya khadafy seharusnya menjadi tawanan perang dan membunuh tawanan perang adalah termasuk kejahatan perang yang bisa di adili di mahkamah militer internasional. Entahlah itu pendapat saya pribadi. Maka wajar kalau Istrinya khadafy menuntut PBB untuk menyelidiki pembunuhan suaminya itu. Tetapi mungkin dunia akan mengabaikan atau memaklumi kejadian itu karena mereka diuntungkan oleh kejadian itu, orang yang selama ini menentang mereka (Amerika dkk) telah berhasil dlenyapkan. Dan harta rapamasn yang ditunggu bisa segera didapatkan yaitu Minyak yang melimpah, karena Libya termasuk negara penghasil minyak terbesar didunia khususnya di Afrika. Selain itu aset Libya yang dibekukan di Bank-bank eropa dan amerika bisa mencapai 40 lebih milyar dolar, nilai yang fantastis...

Dilain pihak para pemimpin negara-negara Arab melihat terbunuhnya khadafy menjadi pelajaan penting untuk para pemimpin-pemimpin otoriter. Beberapa tahun ini dunia mempersaksikan pembunuhan atau terbunuhnya pemimpin-pemimpin yang membenci Barat diantaranya ; Sadam Husein (Presiden Irak Terguling Oleh Amerika ditangkap dan dihukum gantung oleh pengadilan internasional), Osama Bin Laden (Disergap oleh Amerika dengan pasukan SWATnya yang terkenal hebat itu dengan pesenjataan canggihnya kemudian dibuang mayatnya di Laut Arab tanpa mempersilahkan rakyatnya/umat islam melihat mayat dan memandikanya), Moammar Khadafy (Presiden terguling Libya, Diprotes Rakyatnya  dibantu oleh NATO dengan restu PBB, dikejar dan dibunuh oleh rakkyatnya). Dari 3 sejarah ini, ada yang aneh?

Para pimpinan Non negara islam yang menentang Barat/As masih leluasa memerintah didunia ini tengok saja di Timur Lee Myung-bak presiden Korea Utara, di barat Hugo Chavez presiden Venezuela dan Fidel Castro presiden Kuba. Semuanya telah lama menentang tetapi sepertinya AS dkk lebih bernafsu untuk menggulingkan dan menginvansi Irak, Afganistan dan Libya hanya karena mereka adalah negara-negara mayoritas islam. 

Kalau kita perhatikan lebih teliti, pemimpin negara yang ginjang-ganjing saat ini yang masih aman diantaranya Yaman, Bahrain dan Suriah. Mereka belum terguling, Yaman dan Suriah mereka penentang Barat tetapi mereka masih aman dari Barat karena dibelakang mereka ada Iran dan Bahrain juga masih Aman karena Ada Iran. Yaitu mereka adalah pemimpin-pemimpin pemerintahan yang berideologi Syiah yang tentunya sejiwa dengan Iran Yang dikomandoi oleh Mahmod Ahmadined yang terang-terangan membenci dan menentang AS. Dunia menyaksikan mereka semua aman dari sentuhan AS Dkk, Ada apa ini?

Kesimpulan Analisa Saya kalau mau aman untuk menentang AS jadilah and pemimpin atau negara yang berideologi Sosialis/Komunis dan Syiah. Kalau anda pemimpin/negara yang berideologi Islam non Syiah lantas keras menentang As dkk maka bersiap-siaplah kalau suatu saat mereka menginvansi. 

Lalu Indonesia bagaimana aman ga yah dari invansi mereka (AS dkk), tenang aja saat ini indonesia aman karena pemimpin dan pemerintah indonesia sangat kooperatif dengan AS bahkan saking kooperatifnya mereka diijinkan untuk mengeruk kekayaan Alam indonesia sepuas-puasnya yang tentunya dengan bayaran yang murah. Itulah Indonesia... Terlalu baik kepada siapapun. bahkan terhadap penjajah yang menyengsarakan rakyat 350 tahun lebih saja masih mau bersahabat dan bahkan banyak rakyat indonesia yang mengidolakan dan menyukai negara kincir Angin itu. Lagi-lagi ironi..... Entah karena kearifanya atau karena kebodohanya... Indonesia.

Surat Wasiat Moammar Khadafy

Hasan Blog Area

Dikutip dari Laman resmi Moammar Khadafy Seven Days News.

Dokumen tersebut dilaporkan telah diserahkan kepada tiga kerabatnya. Satu di antara mereka tewas, yang kedua terbunuh, dan yang ketiga berhasil lolos saat pertempuran di Sirte.

Beginilah isi surat wasiat itu:

Inilah surat wasiat saya. Saya, Moammar bin Mohammad bin Abdussalam bi Humayd bin Abu Manyar bin Humayd bin Nayil al Fuhsi Gaddafi, bersumpah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Saya bersumpah akan mati sebagai Muslim.

Jika saya terbunuh, saya ingin dikuburkan sesuai ritual Islam, dalam baju yang saya kenakan saat saya meninggal, tubuh saya tidak dimandikan, di pekuburan di Sirte, di samping keluarga dan kerabat saya.

Saya minta keluarga saya, terutama anak-anak dan perempuan, diperlakukan dengan baik setelah kematian saya. Rakyat Liba harus melindungi identitasnya, prestasinya, sejarah, serta citra terhormat leluhur dan pahlawannya.

Rakyat Libya tidak boleh mengabaikan pengorbanan orang-orang bebas dan terbaik. Saya mengajak para pendukung untuk melanjutkan perlawanan dan melawan agresor asing terhadap Libya, hari ini, esok, dan selamanya.

Biarkan warga bebas dunia mengetahui bahwa kita bisa saja melakukan tawar-menawar dan menjual perkara kita dengan imbalan kehidupan pribadi yang aman dan mapan.

Kita menerima banyak tawaran sampai saat ini, tapi kita memilih berdiri di garis depan pertempuran sebagai lambang kewajiban dan kehormatan.

Meskipun jika kita tidak serta-merta menang, kita akan memberi pelajaran pada generasi mendatang bahwa memilih melindungi negara adalah kehormatan dan menjualnya merupakan pengkhianatan terbesar dalam sejarah yang akan dikenang selamanya, meskipun ada upaya dari yang untuk melakukan sebaliknya."





Setelah membaca isi surat wasiat khadafy ini, ada catatan penting yang menarik saya untuk difikirkan dalam-dalam, yaitu bahwa khadafi mengajak pendukungnya untuk melawan Agresor yang notebanenya adalah NATO, dan menyampaikan sebuah prinsip yang sangat dalam maknanya bahwa Apapun yang terjadi didalam negeri terlepas dari semua itu melindungi negara dari Agresor Asing serta menyerahkanya kepadanya  adalah sebuah penghianatan.

Saya bukanlah penndukung khadafy dan juga NATO. Saya hanya peduli pada Libya yang mana ia adalah negara yang berakyatkan Islam. Saya khawatir Libya seakan-akan keluar dari mulut singa namun masuk ke mulut buaya. Dihancurkan kehormatanya, disengsarakan rakyatnya, dikuras Sumber dayanya, dirampok kekayaanya, dan yang paling ditakutkan dihancurkan tatanan sosial islamnya. Sehingga libya sengsara dunia akhirat. Semoga itu tidak terjadi, Semoga Libya lahir kembali dengan pemimpin Islam yang Adil yang mencintai rakyatnya. Bukan lahir dengan pemimpin Boneka yang bisa dimainkan sesukanya guna menyenangkan mereka (AS-NATO). kalau begitu apa artinya?

Ref: Kompas

Rabu, 19 Oktober 2011

Yue Yue Sikecil Yang Terlindas Degredasi Nilai Kemanusiaan

Hasan Blog Area

Kemarin ketika aku jalan-jalan di forum kaskus, tiba-tiba saja mataku tertarik untuk membuka sebuah thread yang berjudul "Anak kecil dilindas mobil dibiarin"  setelah membaca dan melihat video yang diunggah aku hanya terdiam, rrasa tidak percaya terus muncul dalam hatiku, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi, sepertinya nyawa manusia tak ada harganya serta belas kasih sepertinya telah lenyap dar orang-orang yang ada disana.

Bukan karena kecelakaanya, sekali lagi bukan tetapi karena sikap yang dipertontonkan orang-orang yang melihat kecelakaan itu, mereka hanya melihat tanpa ada rasa iba yang mendorongnya untuk menolong, jangankan untuk membawanya kerumah sakit, hanya sekedar menyetop jalan agar tak ada mobil yang lewat saja tidak atau hanya dengan memindahkanya kepinggir jalan agar tidak dilindas mobil lain saja tidak. Bagaimana ini? Apakah mereka mengira bahwa itu hanyalah seonggok bangkai tikus dijalan? Hei bukan itu manusia!!! apa kalian tak mampu membedakan Tikus sama manusia? bahkan bangkai tikus yang ada dijalan saja dipindahkan lalu kenapa yang terlindas manusia kalian hanya berlalu seakan-akan tak terjadi apa-apa. Asstagfirullah dunia apa ini?

Apakah puluhan Tahun menjalani hidup tak mampu mengajarkan kita rasa welas asih terhada sesama? Apakah kehidupan modern/kota telah memusnahkan nilai kemanusiaan dari rongga dada kita, sepertinya kasih sayang yang Allah tanamkan dalam hati kita telah terkubur oleh sikap materialis yang sekarang banyak menjangkiti penduduk kota. Sepertinya Nilai-nilai agama tak mampu memelihara kasih sayang di hati kita, ataukah surutnya atau hilangnya rasa percaya terhadap Tuhan telah melenyapkan nilai kemanusian dari fikiran dan nurani kita. Sehingga tak ada bedanya dengan kita melihat bangkai Tikus dijalan dengan Dengan manusia yang dilindas dijalan.  Sepertinya tak ada bedanya, karena sikap kalian telah menjadi saksi atas semua itu.

Yue-Yue, aku tidak mengenalmu, aku juga tak pernah bertemu denganmu, Namun darimu Tuhan persaksikan kepada penduduk dunia yang angkuh ini bahwa tak berharganya mereka jangankan manusia menghargai penciptanya menghargai sesamanya saja mereka tak mampu, Bagaimana mungkin mereka menyayangi manusia lainya bahkan terhadap anak kecil saja mereka tak peduli. Lantas Apa artinya kita menjadi manusia, bahkan hewan saja masih sayang terhadap sesamanya, Lalu sebenarnya kita itu mahluk apa?

Lalu siapa yang menolong? Pemulung! ternyata yang menolongnya adalah seorang pemulung, dari 10 orang yang berlalu tak peduli ternyata seorang ibu-ibu berhati mulia yang kebanyakan orang memicingkan mata terhadapny karena dia seorang pemulunglah yang lebih mulia dibandingkan mereka. Momentum kepahlawanan telah ia dapatkan serta kemuliaan hati telah ia tumbuhkan didalam dadanya sehingga ketika orang-orang tak peduli ia sendirilah yang peduli, mengangkatnya kepinggir sembari berteriak minta tolong sehingga ibu dan ayahnya keluar mengangkat tubuh kecil itu membawanya kerumhah sakit. Semoga Allah berkahi kehidupan Ibu pemulung itu, Amien.

Berita terakhir Sikecil Yue-Yue sedang koma dirumah sakit, semoga Allah berikan kebaikan kepadanya. Semoga saja keajaiban terjadi. Amien.

Berikut beberapa sumber berita dan unduhan Video kejadianya, semoga ini bisa menjadi pengingat diri kita, sehingga suatu saat nanti kita mampu bersikap seperti ibu-ibu itu. Hatinya semulia intan, memancarkan sinar welas asih, kasih sayang serta cinta.







INILAH.COM, Foshan – Dua kali gadis cilik berusia dua tahun asal China ini dilindas mobil, namun orang-orang di sekelilingnya malah lalu lalang dan tak ada yang menolong. Sungguh tega!

Gadis cilik yang kemudian diketahui bernama Yueyue ini berjalan sendirian, menyebrangi jalan di Kota Foshan, Provinsi Guangdong. Sebuah van putih melintas dan menabraknya. Si pengemudi sempat berhenti, tapi kemudian meneruskan perjalanannya.

Saat si pengemudi meneruskan jalan, Yueyue kembali terlindas oleh mobil yang sama. Hal ini saja sudah cukup mengejutkan. Namun, anda akan lebih terkejut saat melihat 18 orang melintasi Yueyue yang berdarah-darah tanpa ada satupun yang menolong!

Mulai dari pejalan kaki biasa, orang naik sepeda dan bahkan seorang ibu hanya melewatinya seakan Yueyue hanya berbaring-baring biasa. Sebuah van yang lebih besar kemudian melintas dan Yueyue lagi-lagi dilindas dan masih saja tak ada yang menolong.

Akhirnya seorang wanita melihat dan menolong si gadis cilik, memanggil bantuan dan ibunda Yueyue sebelum membawanya ke rumah sakit. Gadis cilik ini sedang dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif rumah sakit.

Insiden ini tak hanya membuat masyarakat China terkejut, namun pengguna internet di seluruh dunia. Ayah Yueyue langsung mengamuk di televisi nasional.

“Apa yang terjadi dengan orang-orang? Mereka membuat begitu banyak alasan untuk membutakan mata sendiri. Masyarakat cuek, tak punya hati. Saya tak bisa berpikir lagi, hanya berharap putri kecil saya akan bangun dan memanggil saya ayah lagi,” ujar pria itu.
 
Lalu bagaimana jika and berada disana? menjadi pecundang atau pahlawan? 

 

Recent Posts